Mengenal Youtiao: Cakwe Goreng Khas Tiongkok yang Mendunia

Mengenal Youtiao: Cakwe Goreng Khas Tiongkok yang Mendunia

Gambar tersebut menampilkan variasi lezat dari Youtiao, atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan Cakwe. Kudapan ini merupakan salah satu penganan tradisional Tionghoa yang paling ikonik dan telah menyebar ke berbagai penjuru Asia Tenggara. Dalam foto tersebut, terlihat dua potong cakwe goreng yang berwarna cokelat keemasan, tekstur renyah di luar, dan diisi dengan telur goreng serta taburan merica, memberikan sentuhan modern pada sarapan klasik ini.


Asal-Usul dan Sejarah Berdasarkan Wikipedia

Menurut catatan sejarah yang populer di Wikipedia, Youtiao memiliki latar belakang yang cukup dramatis. Nama lain dari makanan ini adalah Youzhagui, yang secara harfiah berarti “iblis goreng yang dimasak dalam minyak”. Nama ini merujuk pada Qin Hui, seorang pejabat dinasti Song yang dibenci karena mengkhianati pahlawan nasional Jenderal Yue Fei.

Masyarakat saat itu membuat dua batang adonan tepung yang melambangkan Qin Hui dan istrinya, lalu menempelkannya dan menggorengnya di minyak panas sebagai simbol protes dan kemarahan. Hingga saat ini, bentuk cakwe yang selalu berpasangan (dua batang yang menempel) tetap dipertahankan sebagai penghormatan terhadap sejarah tersebut.

Tekstur dan Proses Pembuatan

Cakwe dibuat dari adonan tepung terigu yang difermentasi. Bahan utamanya meliputi tepung, air, ragi, sedikit garam, dan terkadang amonium bikarbonat atau alum sebagai bahan pengembang untuk menciptakan rongga udara yang besar di bagian dalam.

  1. Fermentasi: Adonan harus didiamkan agar mengembang dengan sempurna.

  2. Pembentukan: Adonan dipotong memanjang, ditumpuk dua, dan ditekan di bagian tengah dengan sumpit sebelum digoreng.

  3. Penggorengan: Dimasukkan ke dalam minyak panas bersuhu tinggi hingga mengembang dan berubah warna menjadi kuning kecokelatan yang menggoda.

Variasi Penyajian di Berbagai Negara

Meskipun berasal dari Tiongkok, Youtiao telah beradaptasi dengan lidah lokal di berbagai wilayah:

  • Tiongkok & Taiwan: Biasanya dimakan saat sarapan dengan dicelupkan ke dalam susu kedelai (doujiang) atau bubur.

  • Indonesia: Di sini, cakwe sering dinikmati dengan saus sambal asam manis yang encer. Di beberapa daerah, cakwe juga menjadi pendamping setia bubur ayam.

  • Vietnam: Dikenal sebagai quẩy, sering disajikan sebagai pelengkap sup Phở.

  • Versi Kreatif (Seperti dalam Foto): Saat ini, banyak pedagang kaki lima melakukan inovasi dengan membelah cakwe dan mengisinya dengan telur, daging, atau sayuran untuk menjadikannya camilan yang lebih mengenyangkan.

Youtiao bukan sekadar gorengan biasa; ia adalah simbol ketahanan sejarah dan kreativitas kuliner https://www.bellasabingdon.com/ yang terus relevan hingga hari ini. Teksturnya yang kontras—antara renyah dan empuk—membuatnya menjadi favorit lintas generasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top