Malaysia Berfokus pada Pembangunan Berkelanjutan dan Inisiatif Energi Hijau
Pemerintah Malaysia semakin mempertegas komitmennya dalam memimpin transisi energi di Asia Tenggara melalui percepatan berbagai inisiatif hijau di sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian integral dari
Pelan Hala Tuju Peralihan Tenaga Negara (NETR) yang bertujuan mencapai emisi nol bersih (net-zero) pada tahun 2050.
Berikut adalah fokus utama pembangunan berkelanjutan Malaysia tahun ini:
1. Percepatan Adopsi Energi Terbarukan
Hingga akhir 2025, Malaysia terus meningkatkan bauran energi terbarukan melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dan terapung. Pemerintah telah mempermudah skema pengadaan energi bagi sektor industri agar mereka dapat beralih dari bahan bakar fosil ke sumber energi yang lebih bersih dengan biaya yang lebih kompetitif.
2. Hub Hidrogen Hijau di Sarawak
Sarawak kini memantapkan posisinya sebagai pusat energi hidrogen hijau di kawasan regional. Dengan memanfaatkan sumber daya hidroelektrik yang melimpah, negara bagian ini mulai mengekspor hidrogen hijau dan mengembangkan sistem transportasi publik berbasis hidrogen, yang menjadi cetak biru bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah lain.
3. Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik (EV)
Untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi, pemerintah telah memperluas jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU) di sepanjang jalan tol utama dan pusat kota. Melalui insentif pajak yang diperpanjang hingga 2025, pertumbuhan kepemilikan EV di Malaysia mencatatkan kenaikan signifikan, didukung oleh produksi lokal baterai kendaraan listrik.
4. Implementasi Pajak Karbon dan Ekonomi Sirkular
Pemerintah sedang merampangkan kerangka kerja Pajak Karbon yang akan mulai diberlakukan pada sektor-sektor dengan emisi tinggi. Selain itu, inisiatif ekonomi sirkular diperkuat dengan kebijakan pelarangan plastik sekali pakai secara lebih ketat dan pemberian insentif bagi perusahaan yang menerapkan sistem daur ulang tingkat lanjut dalam rantai pasok mereka.
5. Pembiayaan Hijau (Green Finance)
Melalui Bursa Malaysia, skema perdagangan karbon sukarela semakin aktif digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk mengompensasi jejak karbon mereka. Lembaga keuangan di Malaysia juga kini diwajibkan untuk memprioritaskan penyaluran kredit bagi proyek-proyek yang memenuhi kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Analisis Strategis: Fokus Malaysia pada energi hijau di tahun 2025 bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, melainkan strategi ekonomi untuk menarik investasi asing yang kini semakin menuntut kepatuhan terhadap standar berkelanjutan. Dengan infrastruktur yang semakin siap, Malaysia optimis dapat menjadi destinasi utama bagi industri teknologi hijau dunia.
Bagi perusahaan atau individu yang ingin mempelajari peluang investasi dan regulasi terbaru kabarmalaysia.com terkait energi terbarukan, informasi lengkap dapat diakses melalui portal resmi Lembaga Pembangunan Investasi Malaysia (MIDA) atau Sustainable Energy Development Authority (SEDA) Malaysia.
