Seni di Atas Kopi: Pesona “Latte Art” yang Memikat

Seni di Atas Kopi: Pesona “Latte Art” yang Memikat

Latte art, seni melukis di atas permukaan minuman kopi, telah menjadi fenomena global dan daya tarik utama di kedai kopi modern, termasuk di Indonesia. Lebih dari sekadar hiasan visual, latte art adalah perpaduan harmonis antara keterampilan seorang barista, sains di balik pengolahan susu, dan kualitas espresso yang digunakan.

Sejarah Singkat Latte Art

Meskipun ide mencampur kopi dan susu sudah ada sejak lama, seni menuangkan pola di permukaan minuman ini berkembang pesat pada tahun 1980-an dan 1990-an di Amerika Serikat. David Schomer, seorang barista dari Seattle, dianggap sebagai salah satu pionir yang menyempurnakan teknik free pouring (menuang bebas) dan mempopulerkan pola hati. Di saat yang hampir bersamaan, Luigi Lupi di Italia juga https://zeytincafemenu.com/ mengembangkan teknik serupa dan memperkenalkan desain rosetta atau daun. Pertemuan daring mereka di akhir 1990-an saling melengkapi teknik dan membawa seni ini mendunia, terutama setelah World Barista Championship pada tahun 2002.

Sains dan Teknik di Balik Keindahan

Membuat latte art bukanlah sekadar menuang susu ke dalam cangkir kopi. Kuncinya terletak pada proses penguapan susu (steaming) yang menghasilkan microfoam, busa halus dan lembut yang terbuat dari lemak, protein, dan gula susu. Proses ilmiah ini, yang disebut denaturasi, memecah lemak dan gula, membuat susu terasa lebih manis dan menghasilkan tekstur creamy yang ideal untuk dibentuk.

Ada dua teknik utama dalam membuat latte art:

  • Free Pouring: Barista menuang susu langsung ke espresso tanpa alat bantu, mengandalkan gerakan tangan dan posisi teko (pitcher) untuk membentuk pola seperti hati, tulip, atau rosetta.
  • Etching: Barista menggunakan alat seperti tusuk gigi atau latte art pen untuk menggores atau membuat pola yang lebih rumit, seperti wajah atau karakter kartun, di atas busa susu.

Kombinasi teknik ini juga sering digunakan untuk menciptakan desain yang lebih kompleks dan unik.

Lebih dari Estetika

Latte art tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga meningkatkan pengalaman minum kopi secara keseluruhan. Keberadaannya sering dijadikan indikator keterampilan dan profesionalisme seorang barista, yang pada akhirnya dapat mendorong penjualan dan membangun citra merek kedai kopi.

Pola indah ini bersifat sementara, hanya bertahan beberapa menit sebelum perlahan memudar, sejalan dengan filosofi “keindahan sementara” dalam secangkir kopi. Tingginya minat masyarakat, didorong oleh popularitas di media sosial dan adanya kompetisi internasional seperti World Latte Art Championship, menjadikan seni ini terus berinovasi dan berkembang. Bagi penikmat kopi, latte art adalah elemen tambahan yang membuat setiap cangkir kopi terasa lebih istimewa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top